Intelegence or Idiot Inside?
Akhirnya berita bahwa Mac akan menggunakan prosesor buatan Intel jadi kenyataan. Kemarin malam (siang waktu AS) Steve Jobs CEO Apple Computers mengumumkan rencana transisi itu. Tahun 2007 nanti diharapkan proses perpindahan dari prosesor IBM PowerPC ke Intel (entah apa nama prosesornya nanti) akan selesai dilaksanakan.Belum ada yang bisa memperkirakan apakah ini berita baik atau buruk, yang jelas bagi pemilik ibook seperti saya (yang cicilannya masih sekitar 6 bulan lagi) ada perasaan ditinggalkan. Mungkin perasaan sama juga dialami pemilik Mac LC saat Apple mengumumkan seri Power PC.
Banyak produk yang kita tidak sukai tetapi terpaksa kita gunakan (dengan berbagai alasan), tetapi pasti tidak banyak produk seperti itu yang bisa menimbulkan percikan sehebat paltform komputer. Bertahun-tahun pengguna Mac dan pengguna PC Wintel, selalu terlibat dalam debat berkepanjangan mana platform yang lebih baik. Bertahun-tahun pula saya terpaksa terlibat di dalamnya, melayani orang-orang yang ngotot, bebal, penuh dengan jutaan fakta, lulusan sekolah teknik terkemuka, berlidah tajam, (mungkin juga bermata empat), yang mengatakan kalo PC Wintel bisa sestabil Mac.
Well ada saat-saat di mana saya hampir mau mengakui hal itu, seperti ketika baru menggunakan Dell Optiplex di kantor (yang software-softwarenya semua asli), atau ketika menggunakan merek-merek yang dianggap stabil oleh majalah komputer terkemuka (Asus, Enermax, Philips, MSI, Maxtor, dst). Biasanya hal itu hanya bertahan sampai detik ketika komputer-komputer tersebut minta di restart entah karena Hard Drive error, driver konflik, virus, konslet dan lain-lainnya. Hal-hal yang bahkan tidak mampu dipecahkan oleh bagian IT (paling tidak yang saya kenal) sekalipun.
Baru disaat-saat itulah saya mengakui kehandalan Mac yang meski salah satu portnya tidak berfungsi karena konslet tetap beroperasi sampai beberapa tahun kemudian. Memang ada juga saat-saat dimana Mac (terutama seri baru) yang tidak beroperaasi, tetapi ini terjadi lantaran Hard Drive error yang salah di perbaiki oleh teknisi penjualnya (biasa terjadi di Indonesia). Tetapi di luar hal itu jika saya membutuhkan platform yang stabil dan dapat diandalkan untuk kerja maka saya 'terpaksa' menggunakan Mac.
Jelas saya menggunakan Mac bukan karena mitos lebih cepat dari PC Wintel, bukan karena mac lebih gaya, bukan karena saya desainer grafis, sungguh jika suatu saat saya menemukan PC Wintel yang sestabil dan setangguh mac maka tanpa ragu saya akan menggunakannya. Sejauh ini pencarian itu masih terus berjalan.
Kembali ke soal Mac + Intel entah apa yang akan muncul nantinya, meski tebakan saya tak akan jauh dari Mac dalam 3 kelas (power Mac, iMac, dan Notebook (ibook + Powerbook) yang dibuat dengan motherboard khusus, bios khusus, dan prosesor Intel. Mereka yang berpikir bahwa dengan digunakannya Intel pada Mac menjadikan Mac Clone akan muncul mungkin harus menunggu dulu bentuk Mac baru ini. Meski ide tersebut menarik dan mungkin mudah diwujudkan jika Mac menggunakan desain yang umum di dunia PC wintel.
Salah satu hal yang diharapkan jangan sampai terwujud dalam Mac baru adalah stiker Intel inside yang sering di plesetkan menjadi idiot inside.

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda